Menu

Serap Aspirasi Pelaku Usaha, Legislator Jombang Ini Jadi Foodie Dadakan

  Dibaca : 175 kali
Serap Aspirasi Pelaku Usaha, Legislator Jombang Ini Jadi Foodie Dadakan
Anggota Komisi B DPRD Jombang, Junita Erma Zakiyah saat bersama Mahfudz, pemilik warung Ketan Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Bagi anggota legislatif, serap aspirasi masyarakat bisa dilakukan kapan saja. Baik secara resmi, maupun kala senggang, di hari aktif maupun libur. Ini kerap dilakukan Junita Erma Zakiyah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jombang.

Minggu (28/6/2020) pagi, mbak Ita –begitu legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akrab disapa, menyempatkan foodies di warung kuliner Ketan Ireng, salah satu jajanan khas Jombang di pagi hari, di barat simpang tiga Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Bedanya, foodie mbak Ita bukan sebagai penikmat kuliner yang menilai suatu penganan tertentu agar bisa recommended atau tidak. Namun, ia lebih pada aktivitas serap aspirasi masyarakat sesuai bidang atau komisinya di DPRD Jombang. Apalagi, masa pandemi Corona sangat terasa ‘memukul’ hampir semua sektor usaha, mulai skala makro hingga mikro.

“Kegiatan seperti ini di hari libur Sabtu dan Minggu, biasa kami lakukan. Kalau ketepatan tidak ada kegiatan di luar Jombang. Namun, masa pandemi Covid-19 agak dikurangi juga. Ya sekalian mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat,” kata mbak Ita, kala itu ia sedang foodie bersama sejumlah karibnya.

Dari turba (turun ke bawah) inilah, lanjutnya, masukan dan saran masyarakat yang diterimanya akan menjadi bahan pihaknya yang bisa jadi pembahasan di komisi yang membidangi ekonomi termasuk dunia usaha.

Kepada mbak Ita, Mahfudz, pemilik warung ketan ireng ini mengaku mengalami penurunan omzet di usaha kulinernya, sekitar 20 hingga 30 persen. Penurunan pendapatan dirasakan sejak pandemi Corona berlangsung.

Mahfudz mengatakan, omzetnya turun disebabkan adanya pemberlakukan kebijakan physical distancing, sehingga konsumen yang biasanya datang ke warungnya, berkurang drastis. Selain itu, pemulangan santri ke rumahnya masing-masing lantaran kebijakan ‘Belajar di Rumah’. Diakuinya, santri Ponpes di area Desa Cukir menjadi salah satu pangsa pasar kuliner ketan ireng-nya saban pagi buta.

Untuk menyiasatinya, Mahfudz mengatakan menerima order secara online. Hal ini dia lakukan, untuk mempermudah konsumennya menikmati jajanan khas-nya, meski tetap berada di rumah.

“Kita tetap memberi servis pada seluruh pelanggan, seperti pemesanan lewat online. Agar perputaran dagangan kami tetap berjalan meskipun menurun,” katanya.

Saat gaung New Normal mulai ada di Jombang pertengahan Juni 2020, lanjut Mahfudz, warung ketan ireng-nya berangsur menggeliat. Sejumlah konsumen lamanya, diakuinya sudah kembali berdatangan.

“Ya ada juga sih yang baru. Meskipun tak sebanyak dibanding sebelum pandemi, kita tetap wajib bersyukur. Alhamdulillah,” ujar Mahfudz.

Dia berharap, pandemi Corona segera enyah di negeri ini, termasuk di Kota Santri. Menurutnya, agar kondisi perekonomian kembali pulih. “Harapan saya begitu bu, sepertinya sama dengan masyarakat lainnya,” katanya ke mbak Ita. (ila/an)

Bagikan:
Editor :


Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional