Menu

Sebelum ‘Goyang’ dan Bunuh Janda Mojowangi Jombang, Tersangka Pesta Miras

  Dibaca : 172 kali
Sebelum ‘Goyang’ dan Bunuh Janda Mojowangi Jombang, Tersangka Pesta Miras
Tersangka kasus perkosaan dan pembunuhan seorang janda asal Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Jombang, saat dirilis di Mapolres setempat.

JOMBANG, TelisikPos.com – Sebelum menghabisi nyawa SR atau Siti Rukayah (35), seorang janda asal Dusun Kembangsore, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pelaku mengaku lebih dulu berpesta minuman keras (Miras) bersama 7 temannya, pada Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, di sebuah rumah kosong yang sedang direnovasi di desa setempat.

Pengakuan ini terungkap saat kasus perkosaan dan pembunuhan ini dirilis di Mapolres Jombang, Senin (18/5/2020). Tersangka berinisial TPS (29) seorang kuli bangunan asal Dusun Karangayam, Desa Tambaksari, Surabaya. Bukan SP asal Pasuruan, seperti yang disampaikan pihak kepolisian sebelumnya.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka geser dari tempat pesta miras itu ke minimarket yang lokasinya tak jauh, bermaksud membeli air mineral. Saat di sana, tersangka melihat korban berada di seberang jalan.

“Korban dipanggil tersangka dengan lambaian tangan. Dan korban pun menghampiri tersangka,” kata Boby Pa’ludin Tambunan.

Kemudian, tersangka mengajak korban ke belakang minimarket. Namun, ajakan tersangka ditolak korban. Tak kurang akal, tangan korban pun dipegangnya dan tersangka memaksanya agar mau menerima ajakannya.

Sampai di belakang minimarket, korban lalu dipaksa melayani nafsu bejatnya. Karena korban menolak, tersangka nekat memaksa korban hingga celana korban berhasil dia lepas. Sejurus kemudian, tersangka mulai ‘menggoyang’ korban.

Korban yang tetap meronta dan berusaha menolak disetubuhi, membuat tersangka kalap karena belum sampai klimaks. Tersangka lalu memukul korban dengan tangan kosong di bagian mulut dan mata sebelah kiri. “Dada korban juga ditendang dengan kaki kanan tersangka,” sambung AKBP Boby.

Meski mendapat pukulan dan tendangan, korban masih terus melawan dan berteriak. Namun, perlawanan korban tak berarti. Tersangka malah memperlakukannya dengan tambah kasar. Dia kemudian membenturkan kepala korban ke lantai dua kali, dan kembali menginjak dada korban sekali hingga korban tak sadarkan diri.

Tahu korban tak sadarkan diri, tersangka kemudian mengangkat korban menuju semak-semak belakang minimarket. “Tapi, sekitar 4 meter dari lokasi semula, tubuh korban diturunkan karena tersangka melihat warga berdatangan. Tersangka pun langsung kabur,” papar Kapolres.

Warga yang menemukan tubuh korban tak sadarkan diri, langsung melapor ke Polsek Mojowarno. Saat ditemukan, korban dalam kondisi setengah telanjang atau tanpa sehelai benangpun menutupi bagian bawah perut. Sementara kaus yang dikenakan, menyingkap hingga atas perut.

Tak sampai 24 jam, polisi kemudian berhasil membekuk tersangka TPS yang bersembunyi di Dusun/Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Jambang, pada Minggu 17 Mei 2020 sekitar pukul 09.30 WIB.

Selain tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa, celana dalam dan celana panjang milik korban, serta celana jeans biru dengan panjang selutut dan kaus hitam milik tersangka.

“Tersangka saat ini kita tahan guna pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan jo Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman paling lama lima belas tahun penjara,” pungkas AKBP Boby Pa’ludin Tambunan. (ans/tp)

Bagikan:
Editor :


Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional