Menu

RTH Kebonratu Jombang Tutup, Sarana Cuci Tangan Dinilai Mubazir

  Dibaca : 91 kali
RTH Kebonratu Jombang Tutup, Sarana Cuci Tangan Dinilai Mubazir
Satu dari tiga sarana cuci tangan yang ada di RTH Kebonratu, Keplaksari, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Meski ditutup sementara lantaran pandemi Covid-19, tampak tersedia sarana cuci tangan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebonratu, Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Tak hanya satu, terpantau ada tiga sarana cuci tangan termasuk tandon airnya di lokasi wisata di Kota Santri ini. Dua di antaranya berada di tempat masuk RTH Kebonratu, satu lainnya berada di area panahan, sebelah selatan pintu masuk.

Kondisi ini memicu reaksi publik. Salah satunya diungkap Budi, warga Ploso Jombang yang kebetulan berhenti di pelataran pintu masuk Kebonratu, untuk beristirahat sejenak. Dia mengaku tidak masuk RTH Kebonratu karena terpasang bambu yang diikat di antara pohon, dan di tengahnya terdapat banner bertulis ‘Tutup Sementara’ dengan label Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.

Dia mengaku heran dengan tiga sarana cuci tangan yang berada di sana. Lantaran kondisi RTH sepi pengunjung, dia pun menilai sarana cuci tangan tersebut mubazir.

“Bagaimana tidak mubazir, kan RTH Kebonratu ini sedang sepi pengunjung karena ditutup. Itu sarana cuci tangan malah ada tiga. Lalu itu untuk siapa?. Kalau ramai pengunjung sih nggak masalah,” herannya sambil menunjuk ke barang tersebut dari tempatnya berhenti, Minggu (1/6/2020).

Dia tidak berandai-andai soal New Normal atau kenormalan baru, yang ada kemungkinan tempat wisata termasuk RTH Kebonratu akan dibuka kembali, kemudian sarana cuci tangan tersebut disiapkan jauh-jauh hari.

“Jika diamati lebih dekat, sarana cuci tangan ini dipasang sudah lama. Kalau bicara soal New Normal, lha wong darurat Covid-19 di Jombang masih diperpanjang. Buktinya, ada surat edaran larangan berjualan diperpanjang bagi PKL Kebonratu. Yang pasti, menurut saya, ini mubazir,” tandasnya.

Ia kemudian membandingkan dengan sarana cuci tangan yang ada di masjid atau musala yang hanya berbahan timba modifikasi. “Misalkan sarana cuci tangan itu diletakkan di masjid, kan lebih bermanfaat bagi banyak warga. Ketimbang di sini yang masih ditutup dan nggak ada yang tahu kapan dibuka kembali,” pungkasnya. (an/tp)

Bagikan:
Editor :


Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional