7 Makanan Khas Wonogiri yang Terkenal Lezat dan Bikin Nagih

Avatar photo
Makanan Khas Wonogiri yang Terkenal Lezat dan Bikin Nagih

Kurang afdol kalau liburan ke Wonogiri tanpa membawa oleh-oleh seperti makanan khasnya. Ada besengek, geti wijen hingga pindang kambing yang belum pernah kamu temui dan coba nikmati. Cita rasa yang unik, ada yang manis hingga gurih, akan membuat kamu ingin mencoba kuliner khas Wonogiri. Apa saja makanan khas dari Wonogiri? Berikut 7 makanan khas Wonogiri yang lezat dan bikin nagih.:

1. Besengek

(kredit foto: instagram.com/onny.nuro/)
Keunikan makananTerbuat dari tempe kara atau dari petai cina dan disajikan dengan daun jati.
Cita rasa makananGurih, cita rasa kuat dan beraroma ketumbar
Tempat beli makananPasar Manyaran (cek di Google Maps)
Pasar Dhoplang (cek di Google Maps).
Harga makananRp3.000—Rp5.000.

Di urutan pertama ada besengek. Ada yang mengatakan kalau besengek terbuat dari tempe kara, dan ada yang mengatakan kalau besengek dari tempe mlanding. Kemudian diolah dan dicampur dengan cabai hijau dan terkadang ditambah dengan kulit melinjo dan dibungkus dengan daun jati.

Dalam pengolahannya, besengek juga akan dicampur dengan bahan-bahan rempah sebelum dimasak dengan parutan kelapa, kunyit dan cabai hijau. Beberapa bahan rempah yang digunakan di antaranya:

  • Kemiri.
  • Gula merah.
  • Bawang merah.
  • Bawang putih.
  • Garam.
  • Salam.
  • Laos.
  • Ketumbar.
  • Tempe busuk.

Karena hal tersebutlah, besengek memiliki harga yang cukup murah, yaitu sekitar Rp3.000—Rp5.000 per buahnya. Namun, harga tersebut akan meningkat hingga 3x lipat di waktu tertentu misalnya saat lebaran.

Baik dari tempe kara ataupun tempe mlanding, besengek termasuk makanan khas Wonogiri yang sudah langka. Karena itu, makanan khas ini bisa kamu temukan di pasar tradisional seperti Pasar Manyaran dan Dhoplang. Khusus untuk Pasar Manyaran, banyak penjual yang menjual besengek hanya saat hari pasaran seperti kliwon, pahing, pon.

For your information, tidak banyak penjual yang menjajakan besengek. Jika kamu penasaran dan ingin membeli, datanglah ke pasar pagi-pagi terutama saat hari pasaran atau hari Minggu.

Bagaimana dengan cita rasanya?

Besengek memiliki cita rasa yang gurih dan punya aroma ketumbar yang kuat. Jadi, buat kamu yang ingin menikmati rasa baru, kamu bisa mencoba besengek kalau kamu liburan ke Wonogiri.

Untuk menikmati besengek, kamu bisa menjadikan besengek sebagai side dish atau pendamping nasi. Sayangnya, karena termasuk makanan basah, besengek hanya tahan sekitar 1-2 hari saja.

Next yuk ke daftar selanjutnya!

2. Cabuk Wijen Hitam

(kredit foto: instagram.com/mamieksuhartini/)
Keunikan makananMemiliki warna hitam pekat karena terbuat dari wijen hitam.
Cita rasa makananGurih pedas, agak getir dan pahit.  
Tempat beli makananToko Oleh-Oleh Bu Darmo Putro (Cek di Google Maps).
Harga makananRp3.500—Rp10.000 per buah.

Pernah mendengar cabuk wijen hitam atau sambal cabuk? Sesuai namanya, makanan ini berwarna hitam, seperti pepes dan dibungkus dengan daun pisang. 

Jajanan Cabuk Wijen Hitam sangat diminati oleh wisatawan Solo, Sragen dan Madiun yang baru pulang tamasya dari Pantai Wonogiri. Hal ini karena makanan khas Wonogiri ini rasanya enak dan bikin nagih.

Cabuk wijen hitam terbuat dari biji wijen sebagai bahan baku utamanya. Kemudian diolah dengan campuran parutan kelapa, cabai, bawang, kemangi, gula jawa dan londo (merang padi bakar).

Bagaimana rasanya? Cabuk wijen hitam memiliki cita rasa yang gurih pedas, agak pahit dan getir. Karena itulah, cabuk wijen hitam cocok untuk dikonsumsi bersama nasi putih hangat atau nasi tiwul.

Cabuk wijen hitam memiliki ketahanan sekitar 5 hari di suhu ruang, dan 3 minggu jika disimpan di lemari es. Jadi, cocok banget untuk oleh-oleh.

Tertarik untuk mencoba?  Sayangnya, cabuk wijen hitam ini sudah cukup langka. Akan tetapi, kamu bisa membelinya di Toko Oleh-Oleh Bu Darmo Putro, atau di pembuatnya langsung.

Khusus untuk pembuat cabuk wijen hitam, kamu bisa datang ke Desa Pokoh Kidul, Wonogiri. Masih banyak pembuat cabuk wijen hitam yang akan kamu temukan di sini. Siapa tahu kan, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah?

Untuk harganya, rata-rata sekitar Rp3.500—Rp10.000 per buahnya. Ada yang menjual per paket isi 5 atau 10, ada juga yang per buah tapi menggunakan mangkok. Saat ini pun, sudah banyak penjual yang menjual cabuk wijen hitam Wonogiri di marketplace. Jadi, kalau kamu kangen mencicipi cabuk wijen hitam, kamu bisa memesan langsung via online.

Next yuk!

3. Nasi Tiwul

(kredit foto: instagram.com/rumaqu_/)
Keunikan makananTerbuat dari tepung gaplek (singkong yang dikeringkan dan ditumbuk)
Cita rasa makananManis.  
Tempat beli makananNasi Tiwul Mbok Sembleng (cek di Google Maps).
Pondok Degan dan Tiwul (cek di Google Maps).
Harga makananRp8.000—Rp20.000.

Kalau ke Wonogiri, kurang lengkap kalau belum mencicipi nasi tiwul. Makanan khas Wonogiri ini terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk. Terlihat sangat sederhana tapi rasanya manis dan nagih.

Tidak hanya itu, tiwul memiliki kandungan vitamin B kompleks yang cocok untuk kamu yang mengalami anemia. Makanan khas Wonogiri ini juga mengandung protein tinggi yang bagus untuk daya tahan otot. For your information, tiwul memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah sehingga cocok untuk kamu yang ingin diet.

Uniknya, nasi tiwul bisa kamu konsumsi bersamaan dengan sayur mayur dan lauk lain, seperti ikan dan bahkan sambal. Jadi, bisa dikatakan, nasi tiwul bisa menjadi pengganti atau alternatif nasi.

Nasi tiwul sendiri ada yang basah dan yang kering. Jenis tiwul basah hanya sanggup tahan hingga 1 hari. Sedangkan untuk yang kering, bisa bertahan hingga kurun waktu 1 tahun jika kamu simpan di lemari es.

Jika kamu ingin menikmati lezatnya nasi tiwul, kamu bisa datang ke Nasi Tiwul Mbok Sembleng. Lokasinya memang agak masuk ke gang tapi kamu bisa menikmati dan melihat proses olah nasi tiwul secara langsung.

Untuk harganya sekitar Rp8.000—Rp20.000. Harga bisa berbeda-beda tergantung dari lauk pauk yang kamu gunakan.

Jadi, tertarik menikmati seporsi nasi tiwul yang gurih dan manis khas Wonogiri ini?

4. Pecel Mie Pentil

(kredit foto: instagram.com/f3_mal3_/)
Keunikan makananAdanya mie pentil yang memiliki tekstur kenyal.
Cita rasa makananGurih, manis, agak pedas dan kenyal. 
Tempat beli makananBu Parni di Pasar Kota Wonogiri (cek di Google Maps).
Mie Pentil dan Pecel Bu Yanti di Pasar Beringharjo (Cek di Google Maps).
Harga makananRp5.000.

Terkenal sebagai Kota Singkong, Wonogiri juga punya makanan khas lainnya yang terbuat dari singkong, bernama mie pentil. Mie yang dikenal juga dengan nama mie geol dan mie glondong ini terbuat dari bahan tepung tapioka.

Tekstur mie pentil berbeda dengan mi pada umumnya karena lebih kenyal seperti pentil atau karet. Teksturnya yang unik inilah yang membuat mie pentil berbeda dari jenis mi yang lainnya.

Untuk rasa pecel mie pentil itu sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dari pecel bakmi pada umumnya. Ada rasa manis, sedikit pedas dan gurih dari bumbu kacang yang disiramkan di atas pecel. Bedanya, ada tekstur kenyal yang akan kamu rasakan.

Jika kamu ingin mencicipi pecel mie pentil, kamu bisa pergi ke Pasar Kota Wonogiri, tepatnya di dekat pintu masuk selatan Pasar Wonogiri. Ada Bu Parni yang sudah jualan pecel mie pentil dengan harga terjangkau sekitar Rp5.000 per porsi.

Apabila kamu terlanjur sampai di kota Yogyakarta, kamu bisa menikmati seporsi pecel mie pentil Bu Yanti. Tepatnya di ujung timur Pasar Beringharjo.

Lalu, berapa ketahanannya? Sayangnya, pecel mie pentil termasuk makanan basah, sehingga hanya bisa tahan sekitar 1-2 hari saja. Jika ingin menikmati pecel mie pentil lebih lama, ada alternatifnya.

Kamu bisa membeli mie pentil lebih dahulu lalu langsung kamu simpan di wadah kedap udara. Kemudian, letakkan di freezer, mi bisa tahan hingga 2 minggu. Lalu, kamu buat pecel sendiri di rumah dan tambahan mie pentil yang sudah kamu beli sebelumnya.

Dengan begitu, kamu bisa menikmati pecel mie pentil kapan pun kamu mau.

Lanjut ke makanan khas Wonogiri yang selanjutnya!

5. Pindang Kambing Wonogiri

(kredit foto: instagram.com/nbaggaswara/)
Keunikan makananBerbentuk seperti bubur dan dicampur dengan kikil dan tulang kambing dan dibungkus dengan daun jati.
Cita rasa makananManis dan gurih.
Tempat beli makananPindang Kambing Mbok Sinem (Cek di Google Maps)
Harga makananRp5.000 per porsi.

Sate kambing sudah biasa. Tapi bagaimana dengan pindang kambing? Sudahkah kamu mencobanya?

Di Wonogiri, terdapat makanan khas yang bernama pindang kambing. Sesuai namanya, makanan ini menggunakan tepung tapioka dan kambing, tepatnya kikil dan tulang kambing sebagai bahan baku utamanya. Beberapa tempat seperti di Pindang Kambing Mbok Sinem menambahkan olahan jeroan kambing sebagai salah satu komposisinya. Kemudian, diolah dengan bumbu pindang seperti serai, lengkuas, kunyit, asam kandis, bawang putih.

Rasanya, gurih dan manis. Bagi kamu yang baru pertama kali coba, mungkin akan terasa asing. Tapi setelah beberapa kali mencoba, terutama jika kamu suka olahan kambing, kamu akan suka. Sayangnya, untuk kamu yang punya riwayat darah tinggi, kamu tidak bisa mengonsumsi pindang kambing Wonogiri.

Untuk mencicipinya, kamu bisa langsung ke Pindang Kambing Mbok Sinem. For your information, di sini buka mulai pukul 15.30—16.00  WIB tapi cepat habis dalam kurun waktu 2 jam. Jadi, kalau tidak ingin kehabisan, pastikan kamu sampai sini sekitar waktu buka ya.

Untuk mengonsumsinya, kamu bisa menggunakan bubur atau nasi plus sambal bawang. Kamu tinggal pilih mau mencoba yang mana.

Pindang kambing Wonogiri hanya bisa bertahan sekitar 1 hari saja. Apalagi pindang kambing seperti di Pindang Kambing Mbok Sinem yang menggunakan daun jati sebagai bungkusnya. Jadi, kurang cocok untuk oleh-oleh dengan perjalanan jauh kecuali jika kamu membawa wadah yang lebih safety.

So, tertarik untuk mencoba?

6. Brem Khas Wonogiri

(kredit foto: instagram.com/dapoersikoko/)
Keunikan makananLangsung meleleh saat dimakan dan memberikan rasa semriwing.
Cita rasa makananRasanya lebih manis daripada brem Madiun dan meleleh di mulut.
Tempat beli makananBrem Mekar Sari (Cek di Google Maps)
Brem 86 (Cek di Google Maps).
Harga makananRp7.000—Rp12.000.

Tidak hanya Madiun, ternyata, Wonogiri juga punya brem yang khas, lho!

Brem Wonogiri terbuat dari beras ketan. Kemudian ditanak dan kemudian diberi ragi agar bisa diambil sari tape-nya. Tidak ada yang berbeda dari cara pembuatan brem pada umumnya.

Bedanya dengan brem Madiun adalah, brem dari Wonogiri memiliki bentuk bulat tipis, warnanya lebih putih dan rasanya lebih manis. Bahkan, akan menimbulkan rasa semriwing dan langsung meleleh di mulut.Untuk mengonsumsinya, kamu bisa memakan brem secara langsung sebagai snack. Hmm, yummy!

Lalu, brem Wonogiri bisa tahan berapa lama? Jika kamu simpan dengan benar, misalnya di lemari es, brem Wonogiri bisa tahan hingga 3-4 bulan. Cocok banget untuk oleh-oleh dari luar kota, apalagi harganya cukup terjangkau sekitar Rp7.000—Rp12.000

Untuk membelinya, terutama jika kamu ingin menjual kembali, kamu bisa langsung ke Brem Mekar Sari atau Brem 86. Sebagai sentra pembuat brem, kamu akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Tapi, kalau hanya sebatas oleh-oleh, kamu bisa menemukan brem Wonogiri di toko oleh-oleh yang ada di Wonogiri atau secara online.

Jadi, tertarik untuk mencicipi brem khas Wonogiri?

7. Geti Wijen Khas Wonogiri

(kredit foto: instagram.com/goli_snacker/)
Keunikan makananTerbuat dari wijen yang renyah dan alot.
Cita rasa makananManis dan gurih.
Tempat beli makananToko Mete dan Oleh-Oleh Khas Wonogiri Bu Darmo (Cek di Google Maps).
Pusat Oleh-Oleh Sari Rasa (Cek di Google Maps).
Harga makananRp5.000—Rp13.000.

Di daftar terakhir, ada Geti Wijen. Makanan yang terbuat dari wijen ini terbuat dari komposisi wijen, jahe dan gula jawa. Jadi ketika kamu gigit, kamu akan merasakan rasa yang manis, renyah dan sedikit pedas karena penggunaan jahe.

For your information, wijen memiliki kandungan minyak yang tinggi, protein dan omega-6. Jadi, geti wijen termasuk sebagai snack dengan kandungan gizi yang tinggi.

Sekilas, penampakan geti wijen Wonogiri terlihat seperti entingenting. Bedanya, selain penggunaan wijen, geti wijen Wonogiri menggunakan campuran gula yang lebih sedikit dibandingkan entingenting. Walaupun begitu, geti wijen tetap manis, gurih dan renyah yang cocok untuk teman minum teh atau kopi.

Kalau kamu ingin mencoba, kamu bisa ke toko oleh-oleh milik Bu Darmo atau ke Sari Rasa. Kamu bisa memilih geti wijen Wonogiri yang sangat memanjakan lidah. Apalagi harganya cukup murah, sekitar Rp5.000—Rp13.000.

Untuk ketahanannya sendiri, geti wijen Wonogiri bisa tahan cukup lama. Hanya saja, jika sudah 2 bulan setelah pembuatan, tekstur geti akan ambyar. Jadi, cocok banget untuk oleh-oleh.

Nah, dari 7 makanan khas Wonogiri di atas, mana saja yang sudah pernah kamu coba dan yang paling ingin kamu coba saat ke Wonogiri? Kasih tahu kami ya di kolom komentar. Jangan lupa, share pengalaman kamu setelah mencicipi makanan tersebut biar pembaca yang lain juga tertarik untuk mencoba. Semoga info ini membantu dan selamat kulineran!