Makam Wali Songo: 9 Lokasi Tujuan Wisata Religi

Makam Wali Songo - 9 Lokasi Tujuan Wisata Religi

Di Indonesia, Wali Songo merupakan sosok sembilan sunan yang sangat dihormati. Mereka memiliki peran yang besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pendekatan yang dilakukan pun menggunakan kearifan lokal sehingga ajaran agama Islam yang disampaikan mudah diterima oleh masyarakat. Ada berbagai macam media yang mereka gunakan, mulai dari wayang hingga lewat lantunan lagu (tembang).

Hingga kini, makam wali songo alias sembilan wali yang dipercaya, menjadi jujugan wisata religi bagi banyak orang Indonesia. Wisata ke makam-makam mereka adalah bentuk penghormatan dan sebagai pengingat atas jasa mereka di masa lalu. Berikut 9 lokasi makam wali songo yang tersebar di pulau Jawa:

1. Makam Sunan Gresik, Gresik

Makam Sunan Gresik, Gresik
LokasiJl. Malik Ibrahim, Gapuro Sukolilo, Gapurosukolilo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Sunan Gresik atau Sunan Maulana Malik Ibrahim merupakan wali pertama yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Kiprahnya ini dilakukan pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Sultan Maulana Malik Ibrahim untuk menyebarkan agama Islam. Yang pertama adalah berdagang. Yang kedua, adalah mengajak bicara masyarakat dari hati ke hati serta bergabung menyelami kehidupan mereka.

Kemudian Syekh Maulana Malik Ibrahim juga berkunjung ke ibukota Majapahit. Beliau memang tidak bisa membuat Raja Majapahit menjadi mualaf. Namun, ia diterima dengan sangat baik oleh Raja Majapahit. Bahkan,  Raja Majapahit memberikan Sunan Gresik sebidang tanah di Desa Gapura.

Desa itulah yang kemudian akan menjadi kompleks pemakamannya ketika ia meninggal dunia. Lokasi makam Sunan Gresik sangat strategis, yaitu 100 meter dari alun-alun Gresik. Kompleks ini lapang dan terbagi menjadi dua halaman.

Halaman pertama adalah halaman makam Maulana Malik Ibrahim, Makam Sayidah Siti Syalifah, dan Makam Syekh Maulana Maghfur. Sementara itu, halaman kedua adalah lahan fasilitas.

Dinding luar nisan yang terbuat dari marmer dipahat oleh surat-surat seperti Al-Baqarah, Ar-Rahman, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terdapat pula pahatan waktu meninggal Sunan Gresik dalam bahasa Arab, yakni Senin, 12 Rabiul Akhir 822 H.

Masih di satu kompleks yang sama, terdapat makam Maulana Ishak, saudara Sunan Gresik sekaligus ayah dari Sunan Giri.

2. Makam Sunan Ampel, Surabaya

Makam Sunan Ampel, Surabaya
LokasiJl. Ampel Masjid No.53, Ampel, Kec. Semampir, Kota SBY, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon+62313537948
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Ada begitu banyak kemungkinan wisata yang dapat kamu jelajahi di Surabaya. Salah satunya adalah wisata religi Makam Sunan Ampel.

Makam ini kerap ramai pengunjung, terutama pada malam Jumat. Hal pertama yang terlihat unik dari makam ini adalah gapura paduraksa. Gapura paduraksa merupakan lima gapura yang menyimbolkan rukun islam. Nama dari gapura-gapura itu antara lain:

  • Gapura munggah (naik).
  • Gapura poso (puasa).
  • Gapura mengadep (menghadap).
  • Gapura ngamal (beramal).
  • Gapura paneksen (penyaksian).

Apa yang unik dari gapura-gapura ini? Selain memiliki makna khusus, gapura-gapura ini juga memiliki arsitektur yang unik. Semakin mendekati makam, gapuranya semakin pendek. Maka dari itu, gapura ini kerap dijadikan objek foto.

Di kompleks makam, terdapat makam Sunan Ampel dan sang istri, Nyai Condrowati. Kompleks makam ini terletak di dalam kompleks Masjid Ampel. Masjid ini merupakan tempat yang penting bagi masyarakat Surabaya, lho.

Arsitektur dan desain masjid ini terbilang unik, menggabungkan nuansa Timur Tengah dan Jawa. Selain itu, ia juga terbuat dari kayu jati yang kokoh. Dulu, masjid ini selamat dan tetap berdiri tegak walau diserang oleh penjajah.

Keunikan wisata religi ini disempurnakan oleh kehadiran berbagai kios oleh-oleh. Kios-kios ini menjual makanan-makanan dan cendera mata lokal sekaligus khas Timur Tengah.

3. Makam Sunan Bonang, Tuban

Makam Sunan Bonang, Tuban
LokasiJalan Kh Mustain, Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kutorejo, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon+628745468999
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Tuban, kota yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah ini memang menarik minat para wisatawan karena adanya deretan Pantai Tuban yang indah. Namun, tahukah kamu? Bukan hanya pantainya saja, lho, yang menarik.

Di Tuban, kamu juga bisa melakukan wisata religi. Kamu berwisata religi dengan mengunjungi makam Sunan Bonang, salah satu wali songo yang tersohor. Lokasi makam ini terletak di dekat Pantai Boom, Tuban.

Estimasi waktu tempuh dari Pantai Boom, Tuban sekitar 12 menit (5.8 km) via Jl. Raya Pantura. Akses jalan menuju makam Sunan Bonang sudah bagus dan mudah diakses.

Sunan Bonang atau Raden Maulana Ibrahim meninggal dunia pada tahun 1525 M. Beliau dimakamkan di belakang Masjid Jami’ Tuban. Untuk menuju ke makam, kamu harus melewati gapura yang terbuat dari batu.

Ada yang unik dari kisah makam Sunan Bonang. Konon, dipercaya bahwa jenazah Sunan Bonang ada lebih dari satu. Maka dari itu, dipercaya pula bahwa makamnya ada di Bawean dan Bukit Kemuning. Namun, yang paling terkenal dan paling valid adalah yang terletak di Tuban ini.

4. Makam Sunan Drajat, Lamongan

Makam Sunan Drajat, Lamongan
LokasiDrajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Sunan Drajat merupakan seorang wali yang terkenal dengan beberapa ajaran. Yang paling terkenal adalah catur piwulang atau empat pengajaran, yakni:

  • “paring teken marang kang kalunyon lan wuto”: berikan tongkat kepada orang yang berjalan di jalan yang licin dan orang buta.
  • “paring pangan marang kang kaliren”: berikan makan kepada orang yang kelaparan.
  • “paring sandang marang kang kawudan”: berikan baju kepada orang yang telanjang.
  • paring payung marang kang kudanan” : berikan payung kepada orang yang kehujanan.

Ajaran-ajaran itu bermakna bahwa kita harus berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan. Nah, selain catur piwulang, ada satu lagi warisan Sunan Drajat, yakni tembang Jawa Pangkur. Tembang inilah yang kemudian dijadikan media oleh Sunan Drajat untuk mengajarkan agama Islam.

Makam Sunan Lamongan sendiri letaknya sekitar 43 kilometer dari Stasiun Lamongan. Lokasinya tidak terlalu jauh dan cukup mudah ditempuh. Ketika sampai, kamu akan disambut dengan gapura dan pagar yang terbuat dari kayu.

Di dalam kompleks makam, terdapat beberapa fasilitas penunjang. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain adalah musala, toko, kamar mandi, dan area beristirahat. Tidak jauh dari sana, terdapat beberapa restoran dengan menu-menu utama ayam goreng dan pecel khas Lamongan.

5. Makam Sunan Kudus, Kudus

Makam Sunan Kudus, Kudus
LokasiGg. Kauman, Pejaten, Kauman, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 04.59 WIB-22.00 WIB
Telepon(0291) 443232
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Sodiq merupakan salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di daerah Kudus, Jawa Tengah. Letaknya di belakang bangunan limasan Masjid Menara Kudus. Makam ini biasanya ditutupi luwur atau kelambu hitam. Sehingga, pengunjung tidak selalu dapat melihat makam dengan jelas.

Keunikan dari kompleks makam Sunan Kudus ini terletak pada arsitekturnya. Dimulai dari Masjid Menara Kudus, arsitekturnya sangat kental dengan corak agama Hindu. Selain itu, pada bagian bawah masjid konon dulu terdapat sumber mata air yang tak pernah kering.

Sunan Kudus sendiri menempati posisi penting pada masa kehidupannya di kota Demak dan Kudus. Selain memperjuangkan penyebaran agama Islam, beliau dikenal sebagai seseorang yang toleran.

Pada masa itu, beliau menghimbau kepada masyarakat penganut agama Islam untuk tidak memotong sapi saat perayaan Iduladha. Hal tersebut merupakan simbol toleransi kepada umat Hindu yang hidup bersama-sama dengan umat Islam di Kudus dan sekitarnya.

6. Makam Sunan Giri, Gresik

Makam Sunan Giri, Gresik
LokasiJl. Sunan Giri, Pedukuhan, Kebomas, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon+6282236850145
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Ada dua makam wali songo di kota Gresik. Yang pertama tentu adalah makam Sunan Gresik. Sementara itu, yang kedua adalah Makam Sunan GIri atau Raden Paku. Sunan Giri adalah rekan Sunan Gresik dalam proses penyebaran agama Islam.

Kompleks makam ini dulunya merupakan padepokan kitab kuning yang didirikan oleh Sunan Giri. Namanya sendiri kerap dikenal dengan sebutan Giri Kedaton. Namun, tidak hanya berfungsi sebagai padepokan, kompleks ini juga menjadi area beribadah dan beraktivitas penduduk sekitar.

Kompleks makam ini terlihat megah dengan dominasi batuan. Arsitekturnya sendiri menggunakan konsep undak-undakan Kerajaan Astana Giri Kedaton. Nah, tidak hanya makam Sunan Giri, di sana juga terdapat makam Sunan Prapen dan keluarga. Sunan Prapen merupakan raja keempat dari Giri Kedaton dan keturunan langsung Sunan Giri.

7. Makam Sunan Kalijaga, Demak

Makam Sunan Kalijaga, Demak
LokasiJl. Raden Sahid, Kadilangu, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon+6282133833583
Harga tiket masuk kawasan makamGratis (sumbangan sukarela)

Makam Sunan Kalijaga terletak di wilayah Kadilangu, Kabupaten Demak. Arsitektur pada bagian luarnya didominasi warna oranye kemerahan dan putih. Namun, saat masuk ke dalamnya, kamu akan disambut dengan langit-langit yang berwarna hijau tua dan hijau kekuningan.

Kompleks makam cukup luas dan tidak terlalu banyak variasi dari segi interior. Pada musim liburan, makam ini selalu ramai akan peziarah. Maklum, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang cukup penting dalam proses penyebaran agama Islam. Bahkan, ia memiliki usia yang cukup panjang, lebih dari 100 tahun. Sehingga, ia pun melewati beberapa kekuasaan kerajaan.

Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said juga memiliki peran yang cukup penting dalam arsitektur Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Cirebon. Salah satu penemuannya antara lain penggunaan tatal atau pecahan kayu yang menjadi tiang utama pada masjid.

8. Makam Sunan Muria, Kudus

Makam Sunan Muria, Kudus
LokasiKecamatan Jawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Makam Sunan Muria merupakan makam yang cukup unik. Letaknya di dalam kompleks Masjid Sunan Muria.

Namun tahukah kamu? Butuh perjuangan yang keras untuk mengunjungi makam yang satu ini.

Walaupun jaraknya tidak jauh dari pusat kota Kudus, yakni Desa Colo, makam ini terletak di puncak Gunung Muria. Ketinggiannya mencapai 1.600 mdpl. Kamu bisa menuju area parkir dengan menggunakan kendaraan. Namun, untuk naik, kamu harus melewati sekitar 430 anak tangga.

Meskipun cukup melelahkan, tetapi hal itu tak menghalangi para wisatawan untuk berlibur ke sana. Lagi pula, udaranya sejuk, pemandangannya pun indah. Masjid Sunan Muria bahkan kerap disebut masjid di atas awan. Di sepanjang perjalananmu menuju ke masjid, kamu juga akan menjumpai banyak toko oleh-oleh dan kios makanan. Jadi, rasa lelahmu tidak akan terlalu terasa karena udara sejuk dan fasilitas pendukung.

Sunan Muria atau Raden Umar Said merupakan sunan yang termuda. Ia adalah anak dari Sunan Kalijaga.

9. Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon
LokasiJl. Alun-Alun Ciledug No.53, Astana, Kec. Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Cek di Google Maps)
Jam operasionalSetiap hari, 24 jam
Telepon0811-1266-654
Harga tiket masuk kawasan makamGratis

Sunan Gunung Jati atau Sultan Syarif Hidayatullah Al-Azhamatkhan Al-Husaini Al-Cirbuni Shahib Jabal Jati adalah seorang wali yang kemudian dinobatkan sebagai Raja Cirebon ke-2. Beliau memegang peranan yang amat penting dalam proses penyebaran agama Islam di Cirebon dan sekitarnya.

Makam Sunan Gunung Jati sendiri cukup strategis, tak jauh dari pusat kota Cirebon. Arsitektur makannya adalah kombinasi dari nuansa Arab, Cina, dan Jawa. Hal ini sesuai dengan kultur-kultur yang memang memengaruhi Cirebon selaku kota pesisir. Ciri Jawa terletak dari atap limas, ciri Arab pada ukiran kaligrafi, dan ciri Cina ada pada hiasan keramik dan porselen.

Salah satu daya tarik dari makam ini adalah sembilan pintu dengan nama berbeda, antara lain adalah:

  • Pintu Gapura.
  • Pintu Krapyak.
  • Pintu Pasujudan.
  • Pintu Ratnakomala.
  • Pintu Jinem.
  • Pintu Rararoga.
  • Pintu Kaca.
  • Pintu Bacem.
  • Pintu Kesembilan.

Para pengunjung hanya boleh sampai ke pintu kelima. Mereka yang boleh masuk ke pintu keenam dan setelahnya adalah keturunan langsung Sunan Gunung Jati.

Wisata religi ke makam-makam para wali songo tidak sekadar memberikan kamu penghiburan. Lebih daripada itu, wisata-wisata religi ini mengingatkan kita semua kepada Yang Maha Kuasa. Selain itu, kamu juga akan lebih menyadari kodrat sebagai manusia selaku makhluk yang tak abadi. Karena, seperti para wali songo dan pendahulu, hidup di dunia ini hanya sekadar mampir minum saja.

Related Posts