Menu

Bermutu Buruk, Beras Bansos Covid-19 di Nganjuk Kembali Berpolemik

  Dibaca : 110 kali
Bermutu Buruk, Beras Bansos Covid-19 di Nganjuk Kembali Berpolemik
Beras bantuan jaringan sosial di Kabupaten Nganjuk, yang dikeluhkan warga penerima.

NGANJUK, TelisikPos.com – Sempat mereda, beras bantuan jaringan sosial untuk warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kembali berpolemik. Menyusul, warga penerima manfaat mengeluhkan temukan kembali beras berkualitas buruk.

Warga mengeluh, beras yang diterimanya berwarna kekuningan, dan terdapat kerikil kecil. Lebih lagi, ketika dijual pada tengkulak (agen), beras tersebut laku dengan harga sekitar Rp 7 ribu per kilogram.

“Beras yang saya terima 20 kilogram tapi tidak bisa dikonsumsi. Disamping berasnya atos ada kerikilnya yang tercampur, jadi kita jual,” ucap EH (45) warga Desa Kembangkuning, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Selasa (09/6/2020).

Sementara MJ (47) juga warga Kembangkuning mengatakan, dirinya mendengar kabar jika beras bermutu buruk di desa lain, sudah diganti. Ia mengatakan, kondisi berbeda di desanya. Di mana beras bermutu buruk tersebut tidak diganti. “Di berita, beras di Desa Ketawang sudah diganti, di sini kok tidak,” keluhnya.

Terpisah, Moko, seorang yang biasa membeli beras bantuan jaringan sosial di wilayah Kertosono mengakui, jika ia membeli beras bansos dari warga seharga sekitar Rp 7 ribu per kilogramnya. “Kami menerima beras bantuan dengan harga Rp 7 ribu per kilo, berapa pun jumlahnya tetep kami bayar cash (tunai),” akunya.

Terkait beras tersebut berasal dari bansos Covid-19, Moko tidak mempermasalahkannya. Karena menurutnya, dalam pengetahuan perdagangannya, asal barang itu jelas asal-usulnya dan ada kesempakatan harga setelah dilihat kualitasnya.

“Kami tidak berfikir sejauh itu. Kalau memang itu beras bantuan sosial Kabupaten Nganjuk. Ini banyak warga yang ke sini menjual beras seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Edy Susanto, menemukan beras bantuan jaringan sosial dari Kabupaten Nganjuk berkualitas buruk. Temuan itu, saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Desa Ketawang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Namun kemudian, beras kualitas buruk di Desa Ketawang, sudah diganti dan dilaporkan ke Dinsos dan P3A Kabupaten Nganjuk oleh perangkat desa setempat.

Sekedar diketahui, beras seberat 20 kilorgram itu merupakan bantuan jaringan sosial, sebagai pengganti bantuan tunai Rp 200 ribu kepada warga terdampak Covid-19. Beras itu dikemas dalam sak dan terdapat logo Pemkab Nganjuk dengan berat 20 kilogram. Pada kemasan sak itu, tidak ada keterangan terkait jenis beras

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi ke Pihak Desa setempat maupun Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dan P3A). (ks/tp)

Baca Juga:
Anggota Dewan Nganjuk Temukan Beras Pengganti Bansos Tunai Bermutu Buruk
Soal Beras Bansos Covid-19 Bermutu Buruk di Nganjuk, Praktisi Hukum: Sudah Ranah Tipikor

Bagikan:
Editor :


Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional