Menu

Bermodus Pura-pura Cari Kos, Pasutri ini Tega Habisi Nyawa Guru SMP Perak Jombang

  Dibaca : 97 kali
Bermodus Pura-pura Cari Kos, Pasutri ini Tega Habisi Nyawa Guru SMP Perak Jombang
Dua pelaku pembunuhan guru SMP 1 Perak yang merupakan Pasutri saat dirilis petugas di Polres Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Misteri siapakah pelaku pembunuhan Eli Marinda (47) seorang guru SMP Negeri 1 Perak, Kabupaten Jombang, yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya pada Sabtu (21/12/2019) lalu, akhirnya terkuak.

Pelaku merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yakni Wahyu Puji Winarno (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21) warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak. Terungkap juga, saat melakukan perbuatan keji itu, pasutri tersebut juga mengajak anaknya yang masih balita.

“Iya, saat kejadian kedua pelaku mengajak anak balitanya yang masih berumur dua tahun,” ungkap AKBP Boby Tambunan, Kapolres Jombang, saat merilis tersangka di Mapolres Jombang, Jumat (24/1/2020)

Sementara motifnya, lantaran kedua pelaku ingin menguasai harta benda korban. Bahkan, keduanya juga mengakui telah merencanakan perampokan ini, lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Sebelum tragedi Sabtu berdarah tersebut terjadi, keduanya datang ke rumah korban sekitar pagi hari, dengan berpura-pura akan nge-kos di kontrakan milik korban. Setelah itu, mereka berpamitan dan berdalih akan kembali lagi untuk mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah kos itu.

“Awalnya mereka berniat mencari kos, tapi setelah melihat harta yang dimiliki korban, timbul niat jahat tersebut. Keduanya datang paginya, lalu pulang lagi merencanakan untuk merampok korban, siangnya datang dan langsung melakukan aksinya,” terang AKBP Boby.

Dalam menjalankan aksi kejinya itu, kata Kapolres, kedua pelaku mencekik leher korban hingga lemas. Setelah itu, pelaku juga berusaha menusuk korban dengan pisau dapur yang telah mereka siapkan sebelumnya.

Karena korban masih bernafas, lanjutnya, pelaku langsung memukul korban dengan paving blok hingga akhirnya korban meregang nyawa berlumuran darah.

“Jadi ini sudah direncakan sejak pagi saat keduanya hendak ngekos di rumah korban. Lalu pelaku membawa pisau dapur pinjaman dari tetangga. Siangnya datang lagi ketemu korban. Istrinya menemui korban, sedangkan suaminya masuk lewat dapur. Kemudian korban dicekik dari belakang,” terangnya.

Kapolres juga mengatakan, setelah membunuh ibu guru yang memiliki dua anak tersebut, kedua pelaku tidak kabur kemana-mana, Keduanya tetap melakukan aktifitas seperti biasanya di rumahnya.

Kasus ini kemudian terungkap, setelah polisi bekerja keras melakukan penyelidikan selama hampir satu bulan.

“Untuk barang bukti yang kami amankan diantaranya paving blok, perhiasan milik korban dan pisau yang ada di TKP. Juga ada ponsel milik korban yang sempat dibawa oleh pelaku,” tuturnya.

Kini, kedua pelaku mendekam di sel tahanan Polres Jombang. Mereka terancam dijerat pasal berlapis yakni Pasal 339 subsider 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Sementara kedua pelaku mengaku menyesali prebuatannya. Di hadapan sejumlah awak media, keduanya juga mengaku tidak merencanakan untuk membunuh korban.

“Saya menyesal, semua tidak kami rencanakan dan tidak ada dorongan dari manapun,” pungkas kedua pelaku. (tr/tp)

Bagikan:
Editor :


Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional